Suasana kampus SDIT Harapan Bunda tampak meriah hari ini. Dua buah tenda berdiri di halaman depan yang biasa digunakan untuk upacara. Kursi plastik tampak berderet di bawah tenda tersebut.
Mulai Senin (31/3) ini, SDIT Harapan Bunda membuka Pendaftaran Siswa Baru tahun ajaran 2008/2009. Kegiatan ini berlangsung selama 2 pekan, atau sampai tanggal 12 April 2008, demikian dikatakan Ayyul Fariqoh SAg yang mengomandani acara ini, ketika dihubungi di sela-sela pembukaan.
Selama 2 pekan, calon siswa dapat membeli formulir dan mengembalikannya setelah diisi dengan lengkap. Kemudian akan diadakan tes kemampuan dasar calon siswa di pekan berikutnya, imbuh Ayyul.
Menurut pengamatan kami, pada hari pertama tampak banyak orang tua calon siswa yang mengantri dan tampaknya panitia sudah mengantisipasi keadaan tersebut dengan menyediakan 4 loket pendaftaran di hari pertama.
Untuk tahun ajaran baru ini, SDIT Harapan Bunda menyediakan 150 buah formulir. Dari jumlah tersebut nantinya akan diseleksi sebanyak 72 siswa baru, lewat tes kemampuan dasar calon siswa yang meliputi tes pengenalan angka dan huruf, tes qiroaty, dan tes psikologi berkaitan dengan kesiapan belajar calon siswa. Di samping itu, juga ada wawancara yang diperuntukkan bagi orang tua calon siswa yang rencananya diadakan bersamaan dengan tes calon siswa, yaitu tanggal 14 - 19 April 2008.
Menurut Kepala SDIT Harapan Bunda, Dany Arif Ardiyanto SpdI, selama satu pekan pertama siswa masuk sekolah nanti, akan diadakan orientasi siswa baru yang meliputi ta’aruf (perkenalan), pengenalan lokasi, dan beberapa acara menarik lainnya. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan siswa baru sekaligus agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Baca
Pendaftaran Siswa Baru
SDIT Harapan Bunda yang biasa disebut SDIT Harbun didirikan pada tahun 1999. Di bawah payung Yayasan Bakti Ibu (YBI), kini telah mendapat tanggapan dan simpati yang besar dari masyarakat Semarang dan sekitarnya.
Pada tahun 2005, SDIT Harapan Bunda telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional dengan mendapat predikat A (nilai 93,18) dan menduduki peringkat ke-9 di kota Semarang untuk SD Negeri dan Swasta.Kemudian pada akreditasi II tahun 2009, SDIT Harapan Bunda mampu mempertahankan predikat A (nilai 94) dan menduduki ranking ke-2 di kota Semarang dan ke-7 di Jawa Tengah
|
News Blitz
|
Datang Lagi

Rabiul Awwal. Benar-benar bulan bahagia. Belum genap 1 minggu sejak undangan dari Pak Solikin. Hari ini, datang sebuah undangan lagi. Kali ini datang dari Bu Alfi (Alfi Nur Hidayati) yang mengampu kelas VI Abu Bakar. Seorang ikhwan Blora telah berhasil mempersuntingnya.
Akad nikah sekaligus walimatul ursy akan dilaksanakan besok hari Kamis (20/3) bertepatan dengan maulid nabi Muhammad saw. nun jauh di sana, di ujung selatan, Wonogiri.
Kami segenap keluarga besar SDIT Harapan Bunda kembali menengadahkan kedua tangan, menyusun jemari dan merangkai kata doa:
Barakallahu lakum wabaraka alaika wajama'a bainakuma fi khair.
Semoga bahtera keluarga kan melaju dalam samudra kehidupan dengan limpahan kasih sayang dan senantiasa dalam lindungan Allah swt.
Akhirnya Datang Juga...
Alhamdulillah. Barakallah. Akhirnya datang juga. Itu yang diucapkan rekan-rekan guru sejawat, ketika Senin (3/3) kemarin tertempel sebuah undangan berwarna biru muda di papan pengumuman yang terletak di ruang guru SDIT Harapan Bunda Semarang. Mendengar sambutan itu, pak Solikin, perjaka yang asli Klaten ini hanya senyum-senyum saja. Guru olah raga yang dikenal dekat dengan siswa dan gemar camping, naik-turun gunung ini selalu berkilah bila ditanya, undangannya mana? Kapan nikah? Dan pertanyaan sejenis, serupa, sebangsa dan setanah air.Maklum, selama ini ia adalah satu-satunya guru putra yang masih lajang (sebelum datang Pak Haris yang juga masih lajang).
Ia berhasil mempersunting Suci, gadis asal Klaten juga. Akad nikah insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu (8/3) sedang walimatul ‘ursy dilaksanakan keesokan harinya (9/3) di rumah mempelai wanita.
Tiada ungkapan dan ucapan yang lebih baik dari doa keberkahan,
dari tim Humas SDIT Harapan Bunda:
Barokallahu laka wabaroka ‘alaika
wa jama’a bainakuma fikhairin.
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu wahai saudaraku, dan semoga Allah menetapkan keberkahan itu serta mengumpulkan engkau berdua di dalam kebaikan. Amin.
Akhirul kalam, selamat menempuh hidup baru, semoga Allah memudahkan engkau dalam meraih separuh agama yang lain dalam keridhaan Allah.
Siapa menyusul?
dari tim Humas SDIT Harapan Bunda:
Barokallahu laka wabaroka ‘alaika
wa jama’a bainakuma fikhairin.
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu wahai saudaraku, dan semoga Allah menetapkan keberkahan itu serta mengumpulkan engkau berdua di dalam kebaikan. Amin.
Akhirul kalam, selamat menempuh hidup baru, semoga Allah memudahkan engkau dalam meraih separuh agama yang lain dalam keridhaan Allah.
Siapa menyusul?
Naik Kereta Api Yuk!
Naik kereta apiTut..tut..tut...
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Dengan riang gembira, siswa kelas II Khalid dan II Hamzah SDIT Harapan Bunda menyanyikan lagu tersebut ketika kereta yang mereka tumpangi sudah berjalan.
Kamis (6/3) mereka melakukan Pelajaran Luar Sekolah (PLS) ke Museum Kereta Api di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan puncak tema transportasi dan rekreasi, jelas Bu Krisni yang menjadi pemandu para siswa. Juga agar para siswa tidak jenuh belajar terus-menerus di dalam kelas, imbuhnya.
Laiknya anak-anak pada umumnya, mereka segera berlarian menuju ke stasiun yang terdapat di museum kereta api begitu bus yang mereka tumpangi berhenti. Ada yang naik ke lokomotif tua, ke perlintasan kereta api dan sebagian menyerbu ke penjual asongan yang sudah mangkal di sana.
Setelah diberi tugas tentang transportasi dan rekreasi, anak-anak dipersilakan naik ke kereta api yang sudah menunggu.
Ayo kawanku lekas naik... keretaku tak berhenti lama...
Sepanjang perjalanan dengan kereta, guru menerangkan berbagai hal yang dijumpai di kiri-kanan kereta api. Berbagai jenis binatang, aktivitas manusia, dan tumbuh-tumbuhan mereka temui. Rawa Pening yang terbentang di sebelah kanan dengan hamparan enceng gondoknya. Orang-orang yang sedang mengangkut pupuk organik yang berasal dari enceng gondok. Pemancing yang sedang asyik memancing ikan, juga para petani yang sedang menyiangi dan memupuk tanamannya.
Tak terasa, kereta sudah kembali ke museum lagi. Setelah makan siang bersama, siswapun berkemas untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Seusai melaksanakan shalat Dhuhur berjama’ah, mereka berkunjung ke Museum Palagan Ambarawa yang tak jauh dari masjid. Mereka berhamburan kembali mencari tempat favorit mereka. Ada yang main ayunan, jungkat-jungkit. Naik pesawat bomber. Atau hanya berlarian ke sana kemari.
Paling seru, ketika mereka menjumpai area outbound di bagian belakang area monumen. Ada jembatan goyang, lorong ban, tapak raksasa, piramid tali, dan flying fox. Nah yang terakhir ini yang paling banyak peminatnya. Tapi, karena alatnya cuma satu, sedang yang ingin mencoba banyak sekali, maka antriannya cukup panjang. Belum lagi ditambah pengunjung lain yang juga hadir saat itu.
Alhasil, tidak semua anak bisa ‘menjajal’ keberanian mereka dengan flying fox. Karena ketika giliran mereka tiba, Bu Titik sudah mengajak pulang. Yah.. batal deh. Sudah ngantri lama, gak jadi lagi, keluh Iqbal.
Tidak apa-apa, insya Allah, nanti kalau sudah kelas 3 kita buat sendiri di sekolah, hibur Pak Hakim. Tapi, harus ikut latihan Pandu SIT dulu ya.
Akhirnya, para siswa pulang dengan hati gembira. Semuanya? Oh tidak. Ternyata ada juga yang mabuk. Tapi ketika ditanya, apakah kalau diajak PLS lagi mau ikut, mereka kompak menjawab mauuu....
(Jazakumullahu khairan katsiran buat Bu Auri, Bu Gi', Bu Naili, Pak Haris and Pak Hakim)
Kiriman: Bu Krisni
Label:
Aktivitas
Langganan:
Postingan (Atom)








