Alhamdulillah! Luar Biasa! Tetap Semangat! Allahuakbar!!!!
Serempak sahutan anak-anak siswa kelas IV Utsman dan Aisyah, kelas V Umar dan Sumayah, kelas VI Abu Bakar dan Khotijah. Itulah ekspresi semangat untuk mengaktifkan kembali momen mentoring yang menjadi sarana pembinaan bagi siswa-siswi Harapan Bunda.
Grand opening dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Juli 2008 kemarin yang berdurasi sekitar 60 menit ini menghadirkan Kak Imron Hamzah dari Mahasiswa Psikologi Undip Semarang. Para siswa dibekali pemahaman bagaimana berfikir untuk menjadi juara, karena setiap kita adalah para juara.
Mentoring kali ini difokuskan pada perbaikan shalat siswa, dimana siswa nantinya mampu sholat fardhu dengan mandiri dan sempurna. Selain itu, adalah dengan menanamkan sikap hormat dan mematuhi orang tua yang telah merawat dan menyayangi kita. Dan yang terakhir adalah siswa diharapkan menyukai belajar dan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari yang tidak pernah ditinggalkan.
Dengan berbagai permainan dan pemutaran film yang ditampilkan membuat suasana grand opening meriah dan penuh semangat. ”Wah coba kalo mentoring tiap pekan suasananya seperti ini, pasti jadi ngangeni...” ujar Aufar kelas VI Abu Bakar ketika ditanya tentang komentarnya.
Wah yang jelas dengan penuh semangat, maka kita akan mudah dalam mengerjakan tugas kita...
Barokallah kepada semuanya semoga sukses mentoringnya!!!SDIT Harapan Bunda yang biasa disebut SDIT Harbun didirikan pada tahun 1999. Di bawah payung Yayasan Bakti Ibu (YBI), kini telah mendapat tanggapan dan simpati yang besar dari masyarakat Semarang dan sekitarnya.
Pada tahun 2005, SDIT Harapan Bunda telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional dengan mendapat predikat A (nilai 93,18) dan menduduki peringkat ke-9 di kota Semarang untuk SD Negeri dan Swasta.Kemudian pada akreditasi II tahun 2009, SDIT Harapan Bunda mampu mempertahankan predikat A (nilai 94) dan menduduki ranking ke-2 di kota Semarang dan ke-7 di Jawa Tengah
|
News Blitz
|
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Mentoring, Enjoy Aja Lagi!
Alhamdulillah! Luar Biasa! Tetap Semangat! Allahuakbar!!!!
Serempak sahutan anak-anak siswa kelas IV Utsman dan Aisyah, kelas V Umar dan Sumayah, kelas VI Abu Bakar dan Khotijah. Itulah ekspresi semangat untuk mengaktifkan kembali momen mentoring yang menjadi sarana pembinaan bagi siswa-siswi Harapan Bunda.
Grand opening dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Juli 2008 kemarin yang berdurasi sekitar 60 menit ini menghadirkan Kak Imron Hamzah dari Mahasiswa Psikologi Undip Semarang. Para siswa dibekali pemahaman bagaimana berfikir untuk menjadi juara, karena setiap kita adalah para juara.
Mentoring kali ini difokuskan pada perbaikan shalat siswa, dimana siswa nantinya mampu sholat fardhu dengan mandiri dan sempurna. Selain itu, adalah dengan menanamkan sikap hormat dan mematuhi orang tua yang telah merawat dan menyayangi kita. Dan yang terakhir adalah siswa diharapkan menyukai belajar dan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari yang tidak pernah ditinggalkan.
Dengan berbagai permainan dan pemutaran film yang ditampilkan membuat suasana grand opening meriah dan penuh semangat. ”Wah coba kalo mentoring tiap pekan suasananya seperti ini, pasti jadi ngangeni...” ujar Aufar kelas VI Abu Bakar ketika ditanya tentang komentarnya.
Wah yang jelas dengan penuh semangat, maka kita akan mudah dalam mengerjakan tugas kita...
Barokallah kepada semuanya semoga sukses mentoringnya!!!Jurnal Tim Jamnas SDIT Harapan Bunda (3)
Jum’at (11/7). Alhamdulillahi ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur. Dalam cuaca yang cukup sejuk, siswa SDIT Harapan Bunda bangun untuk menunaikan sholat shubuh. Meskipun badan capek, karena perjalanan dan kerja bakti membuat pagar semalam, ditambah hawa yang suejuk tak menyurutkan langkah mereka ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah sholat shubuh dan dzikir ma’tsurat bersama, anak-anak harus bersiap untuk mengikuti upacara pembukaan di alun-alun Kabupaten.Regu putra SDIT Harapan Bunda berada di Kecamatan Sultan Hasanudin Kelurahan Giat RW 28 dan Kecamatan HR. Rasuna Said Kelurahan Optimis RW 59, untuk regu putrinya.
Sekitar jam 06.30, semua peserta bergerak menuju alun-alun Kabupaten. Kakak-kakak SMP dan SMU tampak ramai menyanyikan yel-yelnya. Nah, yang paling menarik adalah regu yang datang dari negeri jiran, Malaysia.
Mereka menuju ke alun-alun dengan seragam hijaunya. Kalau yang lain jalan dengan lenggang kangkung, mereka jalan dengan rapih jali. Layaknya bapak tentara sedang berjalan.
Ungkapan menunggu adalah pekerjaan yang sangaat membosankan, terbukti. Seperti pagi itu, kami harus menunggu teman-teman peserta kumpul, juga menunggu tamu undangan. Belum sarapan lagi. Wah. Komplit dah. Untunglah, Kak Upik yang baik hati
membawakan kami donat. Yah lumayan, buat mengganjal perut yang baru diisi susu coklat, yang puanasss.
Upacara pembukaan pun dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci al Quran, dilanjutkan dengan sambutan ini-itu yang tidak begitu jelas, karena sound system yang tidak normal (berdenging). Acara ini dibuka oleh Dr H Hidayat Nur Wahid MA, Ketua MPR RI, yang secara simbolis memasangkan hasduk (slayer) ke peserta. Dan ditutup dengan defile semua peserta.
Dalam upacara ini, juga dideklarasikan Pramuka SIT sebagai bentuk baru dari Pandu SIT. Berjuang bersama dengan saudara lama yang sudah ada terlebih dahulu, Pramuka.
Usai upacara pembukaan, anak-anak kembali ke tenda untuk sarapan nasi goreng. Dilanjutkan dengan menghias tenda masing-masing. Kerja bakti lagi. Rame-rame ngresiki tendo. Balik tendo mbangun gapuro. Pekerjaan yang belum selesai semalam, dilanjutkan pagi ini. Sekaligus melengkapi fasilitas yang belum ada, seperti jemuran, tempat gelas, piring, sepatu, tempat sampah, ruang tamu. Bahkan Kak Hakim menyulap rumput-rumput kering menjadi taman. Sedang pak Dani, ke tenda putri sedari tadi pagi untuk membuat gapura dengan pernak-perniknya.
Menjelang dhuhur, semua kegiatan dihentikan untuk melaksanakan sholat Jum’at yang dipusatkan di alun-alun. Sholat Jum’at di alam bebas membawa nuansa tersendiri bagi anak-anak. Karena mungkin, ini kali pertama mereka sholat Jum’at di alam bebas. Di bawah pohon yang rindang, angin yang berhembus sepoi-sepoi, suara khotib yang syahdu, menambah kekhusyu’an jama’ah sholat Jum’at. Sehingga beberapa jama’ah tampak kepalanya terangguk-angguk, karena mengantuk. (Tidak di masjid, tidak di alam, sholat Jum’at identik dengan tidur siang
).
Setelah sholat Jum’at, anak-anak bersiap mengikuti kegiatan selanjutnya. Yaitu outbound untuk yang putra, dan kunjungan ke markas Brimob untuk yang putri.
Semua peserta diminta memakai kaos Jambore yang sudah dibagikan panitia saat registrasi. Regu Phoenix (regu putra SDIT Harapan Bunda, yang putri diberi nama Lotus) segera terbang ke arena out bound yang masih satu lokasi dengan tempat kemah. Sesampai di arena out bound mereka dilatih untuk bersabar -lagi dan lagi- mengantri, seperti antrian orang beli mitan yang sudah mulai punah atau antrian manula mengharap beelte.
Out bound kali ini dibantu oleh Kakak-kakak dari Pramuka. Ada beberapa lintasan yang harus dilalui. “Wah, antrinya lama, mainnya cuma sebentar.” Celetuk beberapa siswa. “Lebih menantang yang di sekolah,” seru yang lain.
Sementara, untuk regu Lotus digiring bersama kelompok lain menaiki truk-truk tentara yang sedari tadi sudah ngetem di bumi perkemahan. Mau dibawa kemana ya? Batin anak-anak.
Setelah semua peserta putri naik ke truk, kami pun diantar keluar dari Buperta Cibubur. Oh, ternyata kelompok putri dibawa ke markas Brimob (Brigade Mobile). Setelah disambut sang tuan rumah, di sini kami disuguhi berbagai macam jenis senjata. Mulai dari senjata ringan sampai senjata berat.
Selain senjata api, kami juga diperlihatkan mobil penjinak bom, seragam anti huru-hara, mobil water canon. Yang paling asyik, kami boleh berfoto dengan memakai senjata dan peralatan yang dipamerkan. Seperti pejuang kemerdekaan itu. “Hidup Mulia atau Mati Syahid!” Pokoknya seru deh.
(Bersambung)
Ungkapan menunggu adalah pekerjaan yang sangaat membosankan, terbukti. Seperti pagi itu, kami harus menunggu teman-teman peserta kumpul, juga menunggu tamu undangan. Belum sarapan lagi. Wah. Komplit dah. Untunglah, Kak Upik yang baik hati
Upacara pembukaan pun dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci al Quran, dilanjutkan dengan sambutan ini-itu yang tidak begitu jelas, karena sound system yang tidak normal (berdenging). Acara ini dibuka oleh Dr H Hidayat Nur Wahid MA, Ketua MPR RI, yang secara simbolis memasangkan hasduk (slayer) ke peserta. Dan ditutup dengan defile semua peserta.Dalam upacara ini, juga dideklarasikan Pramuka SIT sebagai bentuk baru dari Pandu SIT. Berjuang bersama dengan saudara lama yang sudah ada terlebih dahulu, Pramuka.
Usai upacara pembukaan, anak-anak kembali ke tenda untuk sarapan nasi goreng. Dilanjutkan dengan menghias tenda masing-masing. Kerja bakti lagi. Rame-rame ngresiki tendo. Balik tendo mbangun gapuro. Pekerjaan yang belum selesai semalam, dilanjutkan pagi ini. Sekaligus melengkapi fasilitas yang belum ada, seperti jemuran, tempat gelas, piring, sepatu, tempat sampah, ruang tamu. Bahkan Kak Hakim menyulap rumput-rumput kering menjadi taman. Sedang pak Dani, ke tenda putri sedari tadi pagi untuk membuat gapura dengan pernak-perniknya.
Menjelang dhuhur, semua kegiatan dihentikan untuk melaksanakan sholat Jum’at yang dipusatkan di alun-alun. Sholat Jum’at di alam bebas membawa nuansa tersendiri bagi anak-anak. Karena mungkin, ini kali pertama mereka sholat Jum’at di alam bebas. Di bawah pohon yang rindang, angin yang berhembus sepoi-sepoi, suara khotib yang syahdu, menambah kekhusyu’an jama’ah sholat Jum’at. Sehingga beberapa jama’ah tampak kepalanya terangguk-angguk, karena mengantuk. (Tidak di masjid, tidak di alam, sholat Jum’at identik dengan tidur siang
Setelah sholat Jum’at, anak-anak bersiap mengikuti kegiatan selanjutnya. Yaitu outbound untuk yang putra, dan kunjungan ke markas Brimob untuk yang putri.
Semua peserta diminta memakai kaos Jambore yang sudah dibagikan panitia saat registrasi. Regu Phoenix (regu putra SDIT Harapan Bunda, yang putri diberi nama Lotus) segera terbang ke arena out bound yang masih satu lokasi dengan tempat kemah. Sesampai di arena out bound mereka dilatih untuk bersabar -lagi dan lagi- mengantri, seperti antrian orang beli mitan yang sudah mulai punah atau antrian manula mengharap beelte.
Out bound kali ini dibantu oleh Kakak-kakak dari Pramuka. Ada beberapa lintasan yang harus dilalui. “Wah, antrinya lama, mainnya cuma sebentar.” Celetuk beberapa siswa. “Lebih menantang yang di sekolah,” seru yang lain.
Sementara, untuk regu Lotus digiring bersama kelompok lain menaiki truk-truk tentara yang sedari tadi sudah ngetem di bumi perkemahan. Mau dibawa kemana ya? Batin anak-anak.Setelah semua peserta putri naik ke truk, kami pun diantar keluar dari Buperta Cibubur. Oh, ternyata kelompok putri dibawa ke markas Brimob (Brigade Mobile). Setelah disambut sang tuan rumah, di sini kami disuguhi berbagai macam jenis senjata. Mulai dari senjata ringan sampai senjata berat.
Selain senjata api, kami juga diperlihatkan mobil penjinak bom, seragam anti huru-hara, mobil water canon. Yang paling asyik, kami boleh berfoto dengan memakai senjata dan peralatan yang dipamerkan. Seperti pejuang kemerdekaan itu. “Hidup Mulia atau Mati Syahid!” Pokoknya seru deh.
(Bersambung)
Hari Pertama Sekolah
Hari pertama masuk adalah hari yang ditunggu-tunggu siswa. Baik siswa lama, maupun siswa baru. Tentu di hari pertama ini, akan banyak ditemui hal-hal baru. Suasana sekolah baru, kelas baru, teman baru, guru baru, baju baru, perlengkapan sekolah yang baru, dan semua hal yang baru.
Nah, yang paling penting adalah hari pertama sekolah dengan semangat baru tuk mengukir prestasi yang baru.
Seperti yang terjadi Senin (14/7) pagi itu.
Baca
Hari Pertama Sekolah
SDIT Harapan Bunda nampaknya juga telah bersiap dengan penyambutan siswa baru. Bekerja sama dengan TKIT Harapan Bunda yang terletak di kampus yang sama, keduanya seolah ingin menyambut tamu-tamu kecil yang hari itu akan hadir.
Hadir pertama kali adalah kedatangan kafilah Tim Jambore Nasional I Pandu SIT dari SDIT & SMPIT Harapan Bunda, yang telah berangkat ke Cibubur sejak hari Kamis (10/7) yang lalu. Kedatangan mereka kali ini juga membawa kebahagiaan dan kebanggaan. Bagaimana tidak, SDIT Harapan Bunda pulang membawa 5 buah trophy sedang SMPIT membawa 3 buah trophy. Lelah dan capek seolah sirna, ketika kaki menjejakkan kembali di kampus tercinta disambut orang tua tercinta. Barokallahu buat anak-anakku. Kami bangga atas prestasi yang kalian raih.
Selain kedatangan Tim Jamnas, juga nampak mulai hadir beberapa siswa TKIT dan SDIT Harapan Bunda. Kedatangan mereka pertama kali disambut oleh spanduk yang terbentang di depan pintu gerbang, “Selamat Datang siswa-siswi TKIT-SDIT Harapan Bunda”.
Dan setelah gerbang depan, mereka akan melihat sesuatu yang baru. Paving di halaman depan dicat hijau, sesuai dengan warna identitas, menambah indah dan asri sekolah tercinta. Di pintu gerbang dalam, ibu-ibu guru telah menanti dengan wajah ceriah berhiaskan senyum yang manis. Seolah berkata, barokallahu nak, selamat datang di sekolah tercinta. Kampusnya anak yang sholih, cerdas dan ceria.
Anak-anak TK kelas A maupun anak SD kelas 1, nampak malu-malu memasuki halaman sekolah. Beberapa anak nampak memegang erat tangan orang tuanya. Namun beberapa anak yang lain, masuk dengan pede dan senyum mengembang.
Hari itu, adalah hari orientasi untuk siswa baru. Kegiatan orientasi anak TK dipusatkan di halaman tengah yang juga sudah dicat hijau. Sedangkan anak kelas 1 SD di dalam musholla.
Sedangkan kakak SD kelas 2 sampai kelas 6, nampak datang tergesa. Apalagi kalo bukan berburu kelas dan tempat duduk. Eh, saya kelas apa, ya? Siapa teman sebangku saya kali ini? Mungkin itu tanya mereka sedari berangkat dari rumah.
Itulah suasana hari pertama masuk sekolah. Ada canda, ada tawa, juga ada tangis. Selalu sama setiap tahun, namun tidak pernah membuat bosan.
Selamat datang anakku tercinta, yuk belajar, bermain, berkarya dan berprestasi bersama TKIT-SDIT Harapan Bunda.
Naik Kereta Api Yuk!
Naik kereta apiTut..tut..tut...
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Dengan riang gembira, siswa kelas II Khalid dan II Hamzah SDIT Harapan Bunda menyanyikan lagu tersebut ketika kereta yang mereka tumpangi sudah berjalan.
Kamis (6/3) mereka melakukan Pelajaran Luar Sekolah (PLS) ke Museum Kereta Api di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan puncak tema transportasi dan rekreasi, jelas Bu Krisni yang menjadi pemandu para siswa. Juga agar para siswa tidak jenuh belajar terus-menerus di dalam kelas, imbuhnya.
Laiknya anak-anak pada umumnya, mereka segera berlarian menuju ke stasiun yang terdapat di museum kereta api begitu bus yang mereka tumpangi berhenti. Ada yang naik ke lokomotif tua, ke perlintasan kereta api dan sebagian menyerbu ke penjual asongan yang sudah mangkal di sana.
Setelah diberi tugas tentang transportasi dan rekreasi, anak-anak dipersilakan naik ke kereta api yang sudah menunggu.
Ayo kawanku lekas naik... keretaku tak berhenti lama...
Sepanjang perjalanan dengan kereta, guru menerangkan berbagai hal yang dijumpai di kiri-kanan kereta api. Berbagai jenis binatang, aktivitas manusia, dan tumbuh-tumbuhan mereka temui. Rawa Pening yang terbentang di sebelah kanan dengan hamparan enceng gondoknya. Orang-orang yang sedang mengangkut pupuk organik yang berasal dari enceng gondok. Pemancing yang sedang asyik memancing ikan, juga para petani yang sedang menyiangi dan memupuk tanamannya.
Tak terasa, kereta sudah kembali ke museum lagi. Setelah makan siang bersama, siswapun berkemas untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Seusai melaksanakan shalat Dhuhur berjama’ah, mereka berkunjung ke Museum Palagan Ambarawa yang tak jauh dari masjid. Mereka berhamburan kembali mencari tempat favorit mereka. Ada yang main ayunan, jungkat-jungkit. Naik pesawat bomber. Atau hanya berlarian ke sana kemari.
Paling seru, ketika mereka menjumpai area outbound di bagian belakang area monumen. Ada jembatan goyang, lorong ban, tapak raksasa, piramid tali, dan flying fox. Nah yang terakhir ini yang paling banyak peminatnya. Tapi, karena alatnya cuma satu, sedang yang ingin mencoba banyak sekali, maka antriannya cukup panjang. Belum lagi ditambah pengunjung lain yang juga hadir saat itu.
Alhasil, tidak semua anak bisa ‘menjajal’ keberanian mereka dengan flying fox. Karena ketika giliran mereka tiba, Bu Titik sudah mengajak pulang. Yah.. batal deh. Sudah ngantri lama, gak jadi lagi, keluh Iqbal.
Tidak apa-apa, insya Allah, nanti kalau sudah kelas 3 kita buat sendiri di sekolah, hibur Pak Hakim. Tapi, harus ikut latihan Pandu SIT dulu ya.
Akhirnya, para siswa pulang dengan hati gembira. Semuanya? Oh tidak. Ternyata ada juga yang mabuk. Tapi ketika ditanya, apakah kalau diajak PLS lagi mau ikut, mereka kompak menjawab mauuu....
(Jazakumullahu khairan katsiran buat Bu Auri, Bu Gi', Bu Naili, Pak Haris and Pak Hakim)
Kiriman: Bu Krisni
Label:
Aktivitas
Pandu SIT Turun ke Sawah
Banyak hal yang membuat aktifitas anak-anak sekarang berbeda dengan masa ketika kita kecil dulu. Mungkin masih terbayang di benak kita, betapa sering main layang-layang, mancing sekaligus mandi di sungai, mencari belut atau ikan di sawah. Ah.. itu sangatlah biasa bukan? Bila ada anak di kampung kita yang tidak biasa klayapan (keluyuran), pastilah dianggap gak gaul gitu loh! alias minder (malu sendiri).Bagaimana dengan anak jaman sekarang? Tak hanya di kota besar atau di daerah sekalipun. Mereka kini lebih dekat dengan PS (play station), baca komik atau main game di komputer. Atau yang sejenis dan sebangsanya. Hampir-hampir jarang menikmati kebersamaan sesama kanak-kanak bermain di alam terbuka. Sebagai seorang pembina Pandu SIT, selayaknya kita mengupayakan ke dekatan adik-adik PSIT untuk kembali ke alam. Berbagai upayapun telah dilakukan. lihat saja adik-adik Pandu SIT Harapan Bunda, Semarang. begitu asyiknya mereka melakukan kegiatan di alam terbuka. Mencari jejak dengan menyusuri jalan setapak, berkubang di sawah, melewati parit dan sebagainya. Mengeluh ? pastilah di antara mereka ada yang mengeluh. Kotor Kak, katanya. Tetapi itu adalah bagian dari pembelajaran. Kecerdasan natural memang perlu senantiasa diasah dalam diri mereka. Sebagian besar dari mereka merasa senang. Kesempatan berkotor-ria mungkin ya, ungkap seorang pembina. Alhasil, kembali ke alam adalah salah satu alternatif kegiatan Pandu SIT yang perlu sering diupayakan, meski semua nampak kotor namun banyak pelajaran sekaligus pengalaman yang tak terhingga bisa diraih sekaligus oleh mereka. Mudah-mudahan anak-anak lebih dekat dengan alam dan menghargai jerih payah para petani, harap kakak pembina yang pada saat itu mendampingi adik-adik kecilnya terjun ke sawah. Kegiatan telah usai, upacara penutupan pun telah dilakukan. “Besok ke sawah lagi ya, Kak,” teriak salah seorang anak kegirangan mewakili yang lain.
Label:
Aktivitas
Langganan:
Postingan (Atom)