SDIT Harapan Bunda yang biasa disebut SDIT Harbun didirikan pada tahun 1999. Di bawah payung Yayasan Bakti Ibu (YBI), kini telah mendapat tanggapan dan simpati yang besar dari masyarakat Semarang dan sekitarnya.
Pada tahun 2005, SDIT Harapan Bunda telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional dengan mendapat predikat A (nilai 93,18) dan menduduki peringkat ke-9 di kota Semarang untuk SD Negeri dan Swasta.Kemudian pada akreditasi II tahun 2009, SDIT Harapan Bunda mampu mempertahankan predikat A (nilai 94) dan menduduki ranking ke-2 di kota Semarang dan ke-7 di Jawa Tengah

Alhamdulillah, hadza min fadhli robbi....


Sekolah Bisnis Internet Terbaik
News Blitz
Festival Anak Sekolah (FAS) se-Kota Semarang 26-27 Februari 2011 --- SDIT Harapan Bunda membuka Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2011/2012 --- Mulai tanggal 1 - 12 Maret 2011 --- Info lebih lanjut hubungi : (024) 6716705, 6711171 --- Gerakan Wakaf Tunai Kampus III Harapan Bunda ***** Pembebasan tanah seluas 5.000 m2 untuk kampus SDIT Harapan Bunda * Rp 400.000,-/m2 ***** Salurkan Wakaf Anda ***** BANK MUAMALAT No. Rek: 9241665904 atas nama Fris Dwi Yulianto ***** BANK SYARIAH MANDIRI No. Rek: 0507061708 atas nama Fris qq Yayasan Bakti Ibu           

Jurnal Tim Jamnas SDIT Harapan Bunda (3)

Jum’at (11/7). Alhamdulillahi ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur. Dalam cuaca yang cukup sejuk, siswa SDIT Harapan Bunda bangun untuk menunaikan sholat shubuh. Meskipun badan capek, karena perjalanan dan kerja bakti membuat pagar semalam, ditambah hawa yang suejuk tak menyurutkan langkah mereka ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah sholat shubuh dan dzikir ma’tsurat bersama, anak-anak harus bersiap untuk mengikuti upacara pembukaan di alun-alun Kabupaten.
Regu putra SDIT Harapan Bunda berada di Kecamatan Sultan Hasanudin Kelurahan Giat RW 28 dan Kecamatan HR. Rasuna Said Kelurahan Optimis RW 59, untuk regu putrinya.

Sekitar jam 06.30, semua peserta bergerak menuju alun-alun Kabupaten. Kakak-kakak SMP dan SMU tampak ramai menyanyikan yel-yelnya. Nah, yang paling menarik adalah regu yang datang dari negeri jiran, Malaysia.
Mereka menuju ke alun-alun dengan seragam hijaunya. Kalau yang lain jalan dengan lenggang kangkung, mereka jalan dengan rapih jali. Layaknya bapak tentara sedang berjalan.

Ungkapan menunggu adalah pekerjaan yang sangaat membosankan, terbukti. Seperti pagi itu, kami harus menunggu teman-teman peserta kumpul, juga menunggu tamu undangan. Belum sarapan lagi. Wah. Komplit dah. Untunglah, Kak Upik yang baik hati membawakan kami donat. Yah lumayan, buat mengganjal perut yang baru diisi susu coklat, yang puanasss.

Upacara pembukaan pun dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci al Quran, dilanjutkan dengan sambutan ini-itu yang tidak begitu jelas, karena sound system yang tidak normal (berdenging). Acara ini dibuka oleh Dr H Hidayat Nur Wahid MA, Ketua MPR RI, yang secara simbolis memasangkan hasduk (slayer) ke peserta. Dan ditutup dengan defile semua peserta.
Dalam upacara ini, juga dideklarasikan Pramuka SIT sebagai bentuk baru dari Pandu SIT. Berjuang bersama dengan saudara lama yang sudah ada terlebih dahulu, Pramuka.

Usai upacara pembukaan, anak-anak kembali ke tenda untuk sarapan nasi goreng. Dilanjutkan dengan menghias tenda masing-masing. Kerja bakti lagi. Rame-rame ngresiki tendo. Balik tendo mbangun gapuro. Pekerjaan yang belum selesai semalam, dilanjutkan pagi ini. Sekaligus melengkapi fasilitas yang belum ada, seperti jemuran, tempat gelas, piring, sepatu, tempat sampah, ruang tamu. Bahkan Kak Hakim menyulap rumput-rumput kering menjadi taman. Sedang pak Dani, ke tenda putri sedari tadi pagi untuk membuat gapura dengan pernak-perniknya.

Menjelang dhuhur, semua kegiatan dihentikan untuk melaksanakan sholat Jum’at yang dipusatkan di alun-alun. Sholat Jum’at di alam bebas membawa nuansa tersendiri bagi anak-anak. Karena mungkin, ini kali pertama mereka sholat Jum’at di alam bebas. Di bawah pohon yang rindang, angin yang berhembus sepoi-sepoi, suara khotib yang syahdu, menambah kekhusyu’an jama’ah sholat Jum’at. Sehingga beberapa jama’ah tampak kepalanya terangguk-angguk, karena mengantuk. (Tidak di masjid, tidak di alam, sholat Jum’at identik dengan tidur siang ).

Setelah sholat Jum’at, anak-anak bersiap mengikuti kegiatan selanjutnya. Yaitu outbound untuk yang putra, dan kunjungan ke markas Brimob untuk yang putri.

Semua peserta diminta memakai kaos Jambore yang sudah dibagikan panitia saat registrasi. Regu Phoenix (regu putra SDIT Harapan Bunda, yang putri diberi nama Lotus) segera terbang ke arena out bound yang masih satu lokasi dengan tempat kemah. Sesampai di arena out bound mereka dilatih untuk bersabar -lagi dan lagi- mengantri, seperti antrian orang beli mitan yang sudah mulai punah atau antrian manula mengharap beelte.

Out bound kali ini dibantu oleh Kakak-kakak dari Pramuka. Ada beberapa lintasan yang harus dilalui. “Wah, antrinya lama, mainnya cuma sebentar.” Celetuk beberapa siswa. “Lebih menantang yang di sekolah,” seru yang lain.

Sementara, untuk regu Lotus digiring bersama kelompok lain menaiki truk-truk tentara yang sedari tadi sudah ngetem di bumi perkemahan. Mau dibawa kemana ya? Batin anak-anak.

Setelah semua peserta putri naik ke truk, kami pun diantar keluar dari Buperta Cibubur. Oh, ternyata kelompok putri dibawa ke markas Brimob (Brigade Mobile). Setelah disambut sang tuan rumah, di sini kami disuguhi berbagai macam jenis senjata. Mulai dari senjata ringan sampai senjata berat.
Selain senjata api, kami juga diperlihatkan mobil penjinak bom, seragam anti huru-hara, mobil water canon. Yang paling asyik, kami boleh berfoto dengan memakai senjata dan peralatan yang dipamerkan. Seperti pejuang kemerdekaan itu. “Hidup Mulia atau Mati Syahid!” Pokoknya seru deh.
(Bersambung)
Baca Jurnal Tim Jamnas SDIT Harapan Bunda (3)

Blog Pak Kepsek

Barokallah buat pak Dany Arif Ardiyanto SPdI, Kepala SDIT Harapan Bunda, yang sudah berhasil melaunchingkan blognya. Maaf bila ucapan selamatnya agak terlambat. Btw, maju terus pak Dani. Kami tunggu tulisannya yang berbobot untuk meramaikan dunia blogger di Indonesia. Buat guru yang lain, ayo tunggu apa lagi? Bikin blog, nendang pisan atuh. Buat yang ingin berkunjung ke blog pak Dani Kepsek, jangan sungkan. Kunjungi di daniarif.blogspot.com atau klik di sini.
Baca Blog Pak Kepsek

Jurnal Tim Jamnas SDIT Harbun (2)

Kamis (10/7) pagi (sebelum ayam jago bangun), anak-anak mulai berdatangan diantar orang tuanya. Beberapa tampak membawa tas yang cukup besar. Padahal sudah diingatkan untuk mengirim perlengkapan hari Rabu kemarin. Namun, setelah dibuka isinya..... snack, jajanan dan temen-temennya. Buanyak sekaleeee.... Mau jualan ya ? Sebagai awalan, dilakukan upacara penglepasan yang dipimpin oleh bapak Muhammad Sifin al Mufti SAg, kepala SMPIT Harbun. Dan secara simbolik, beliau mengenakan jaket Jambore untuk anak SMPIT. Sedang anak SDIT hanya memandang terpana. . Cup..cup.. tidak apa ya nak, insya Allah jambore yang akan datang dikasih .... BALON Akhirnya, jam 06.30 WIB (molor 30 menit dari jadwal) kami take off dari bandara SDIT Harapan Bunda . Selamat tinggal ayah.. ibu.. adik-kakak, oom-tante, pakde-bude, mbah putri-mbah kakung... do’akan agar aku cepat kembali membawa oleh-oleh.. .
Perjalanan Semarang-Jakarta ternyata melelahkan. Terutama bagi mereka yang belum terbiasa perjalanan jauh. Disamping itu juga membosankan. Mau nonton film, eh tidak ada yang bawa film. Nasyid juga tidak ada... Nyerah deh sama mas Heri yang memandu. Diputarlah film Mickey Mouse. Lumayan. Buat ngilangin bete. Tapi setelah si Mickey selesai pentas, tak ada yang bisa dilihat. Yah, terpaksa deh lihat FILM BIRU alias layar tvnya warna biru semua . Setelah puas melototin film yang asli-asli biru tadi, sebagai gantinya adalah melihat film yang diputar secara live di kiri kanan kami. Yah, film yang langsung diputar oleh Allah. Hamparan padi yang baru ditanam, pantai di sisi kanan dengan perahu-perahu yang ditambat. Menjadi hiburan tersendiri. Untunglah, sampai di daerah Pekalongan kami bertemu kembali dengan rombongan dari SDIT Bina Amal yang dari Semarang berangkat bareng. Kami pinjamlah beberapa kaset vcd untuk diputar. Di tengah perjalanan, tiba-tiba pak Slamet menghentikan laju bus. Ternyata air radiatornya habis. Nutupnya kurang rapet, kata pak Slamet. Setelah dikeroyok rame-rame, Sang (G)radiator akhirnya tumbang digelontor mas Heri air satu ember. Kami makan siang di rumah makan Aroma (lupa, daerah mana tuh). Prasmanan dan ngantri. Lauknya macam-macam. Minumnya? Teh tawar, mungkin mengikuti nasehat Wied Harry di kuliner sehat, biar sehat. Trus sholat dhuhur dan ashar dijama’ qashar yang -lagi-lagi- ngantri. Dan seperti biasa, penyakit lamapun kambuh. Setelah perut diisi, gantian mata teriak minta istirahat. Tak peduli dia seorang guru atau siswa. Keduanya bisa berkolaborasi untuk menunaikan hak mata ini. Tampak dalam adegan di atas, Kak Lilik dan Gama menghayati sekali perannya kali ini. Beberapa kali, bus harus berhenti. Disamping karena lampu traffic light (inilah hebatnya orang endonesia, sudah lampu, light lagi) menyala merah, juga karena beberapa anak tidak kuat menahan panggilan alam. Akhirnya, SPBU menjadi pelampiasan. Dan resiko bila berhenti, pedagang asongan akan bergerilya menawarkan barang dagangannya. . Jam 19.00 tepat. Kami memasuki pintu gerbang Buperta Cibubur. Alhamdulillah. Penumpang bus mengucap hamdallah. Kompak. Linglung sejenak, kami menurunkan badan dan barang bawaan dari bus. Kak Hakim segera melesat ke bagian registrasi, untuk menanyakan keberadaan tenda kami. Juga untuk menanyakan perlengkapan yang menjadi hak kami. Setelah kesana kemari, kembali kemari kesana. Akhirnya kami menemukan lokasi tenda SDIT Harbun putri yang ternyata tak jauh dari tempat kami berhenti. Sedang yang putra? wuiih... jauh men.. diujung kampong sono. Di pinggir hutan. . Sesampai di lokasi tenda masing-masing, semua kakak pembina dan adik-adiknya inginnya bersatu padu untuk istirahat meluruskan kaki, tangan, badan, dan kepala. Namun, pekerjaan besar telah menunggu. Khususnya regu putra, beramai-ramai membuat hiasan pagar, membantu pak Dani Satpam yang sudah sedari pagi tadi bersingle fighter menghias tenda. Untuk yang regu putri, setelah sebelumnya ada sedikit masalah dengan tetangga tenda sebelah karena salah kamar, beramai-ramai menggelar tikar dan bobok berdiam-diam (ya iyalah. kalo bobok beramai-ramai kan bising). Sementara itu, regu putra masih terus tancap gas. Yah, dari pada di tenda juga tidak bisa tidur, mending bantuan pak Dani. Mantap, ujar Wahyu. (Bersambung)
Baca Jurnal Tim Jamnas SDIT Harbun (2)

Hari Pertama Sekolah

Hari pertama masuk adalah hari yang ditunggu-tunggu siswa. Baik siswa lama, maupun siswa baru. Tentu di hari pertama ini, akan banyak ditemui hal-hal baru. Suasana sekolah baru, kelas baru, teman baru, guru baru, baju baru, perlengkapan sekolah yang baru, dan semua hal yang baru. Nah, yang paling penting adalah hari pertama sekolah dengan semangat baru tuk mengukir prestasi yang baru. Seperti yang terjadi Senin (14/7) pagi itu.
SDIT Harapan Bunda nampaknya juga telah bersiap dengan penyambutan siswa baru. Bekerja sama dengan TKIT Harapan Bunda yang terletak di kampus yang sama, keduanya seolah ingin menyambut tamu-tamu kecil yang hari itu akan hadir. Hadir pertama kali adalah kedatangan kafilah Tim Jambore Nasional I Pandu SIT dari SDIT & SMPIT Harapan Bunda, yang telah berangkat ke Cibubur sejak hari Kamis (10/7) yang lalu. Kedatangan mereka kali ini juga membawa kebahagiaan dan kebanggaan. Bagaimana tidak, SDIT Harapan Bunda pulang membawa 5 buah trophy sedang SMPIT membawa 3 buah trophy. Lelah dan capek seolah sirna, ketika kaki menjejakkan kembali di kampus tercinta disambut orang tua tercinta. Barokallahu buat anak-anakku. Kami bangga atas prestasi yang kalian raih. Selain kedatangan Tim Jamnas, juga nampak mulai hadir beberapa siswa TKIT dan SDIT Harapan Bunda. Kedatangan mereka pertama kali disambut oleh spanduk yang terbentang di depan pintu gerbang, “Selamat Datang siswa-siswi TKIT-SDIT Harapan Bunda”. Dan setelah gerbang depan, mereka akan melihat sesuatu yang baru. Paving di halaman depan dicat hijau, sesuai dengan warna identitas, menambah indah dan asri sekolah tercinta. Di pintu gerbang dalam, ibu-ibu guru telah menanti dengan wajah ceriah berhiaskan senyum yang manis. Seolah berkata, barokallahu nak, selamat datang di sekolah tercinta. Kampusnya anak yang sholih, cerdas dan ceria. Anak-anak TK kelas A maupun anak SD kelas 1, nampak malu-malu memasuki halaman sekolah. Beberapa anak nampak memegang erat tangan orang tuanya. Namun beberapa anak yang lain, masuk dengan pede dan senyum mengembang. Hari itu, adalah hari orientasi untuk siswa baru. Kegiatan orientasi anak TK dipusatkan di halaman tengah yang juga sudah dicat hijau. Sedangkan anak kelas 1 SD di dalam musholla. Sedangkan kakak SD kelas 2 sampai kelas 6, nampak datang tergesa. Apalagi kalo bukan berburu kelas dan tempat duduk. Eh, saya kelas apa, ya? Siapa teman sebangku saya kali ini? Mungkin itu tanya mereka sedari berangkat dari rumah. Itulah suasana hari pertama masuk sekolah. Ada canda, ada tawa, juga ada tangis. Selalu sama setiap tahun, namun tidak pernah membuat bosan. Selamat datang anakku tercinta, yuk belajar, bermain, berkarya dan berprestasi bersama TKIT-SDIT Harapan Bunda.
Baca Hari Pertama Sekolah

Jurnal Tim Jamnas SDIT-SMPIT Harbun (1)

Rabu (9/7), Pak Dani Satpam (biasa disebut demikian hanya untuk membedakan, karena ada pak Dani kepala sekolah dan bu Dani) masih terlihat sibuk mempersiapkan gapura yang akan dipasang di depan tenda. Mulai dari replika tugu muda yang akan menjadi gapura, foto kegiatan sebagai penghias, logo sekolah dan logo pandu. Bambu dengan berbagai ukuran dan warna tampak sudah mulai diikat.

Beberapa siswa pun mulai mengirim
perlengkapan yang akan dibawa ke Cibubur, baik dibawa sendiri maupun diantar orang tua. Tas ransel yang besar-besar dikumpulkan di depan kantor BMT Anda persis orang yang mau pindahan.

Rencananya, malam ini barang perlengkapan -baik SD maupun SMP- akan dikirim terlebih dahulu ke Cibubur, agar siswa tidak kerepotan esok harinya dan di bis tidak terlalu sesak dengan barang bawaan. Juga untuk mengantisipasi kalo-kalo ada yang belum terbawa.

Senja mulai menjelang. Anak-anak SMP yang kebagian untuk mengangkat barang-barang bawaan ke atas truk mulai gelisah. Karena sampai adzan maghrib, truk yang ditunggu-tunggu tidak nampak batang hidungnya (emang gak punya kan?). Akhirnya, menjelang isya’ truknya datang. Segera pak Dani Satpam, pak Zulfa, pak Soli, pak Hakim, dan pak Haris dibantu anak-anak SMP yang masih setia menunggu menata barang bawaan ke atas truk.

Dan seperti perkiraan semula, karena salah sambung, tidak ada seorang siswa SD yang membawa lampu emergency. Alhasil, para pembina kelimpungan dan mencoba menghubungi siswa yang mempunyai lampu emergency agar dibawa besok (10/7).

Di tengah-tengah menaikkan barang, terlintas ide untuk membawa sepeda onthel, mengingat medan jambore yang cukup luas dan diperkirakan jarak antara tenda putra dan putri berjauhan. Maka diangkutlah sepeda salah seorang guru yang ada di sekolah. Dan ternyata, sepeda ini nantinya menjadi andalan untuk transportasi di Cibubur. Malah menjadi primadona guru pembimbing.

Bersambung.....
Baca Jurnal Tim Jamnas SDIT-SMPIT Harbun (1)

Naik Enggak?

Dag-dig-dug. Naik-enggak-enggak-naik. Eit, jangan salah dulu. Kita tidak sedang memperbincangkan masalah harga BBM yang mau naik (atau malah sudah naik?). Tapi tentang kenaikan kelas, yang rapornya dibagi hari Sabtu ini (21/6). Yah, itulah yang dirasakan siswa dan orang tua setiap kenaikan kelas. Apakah rapor diberikan dari kanan atau dari kiri? Lho, kok seperti pengadilan di akhirat? (Afwan, becanda) Seperti pagi itu, halaman depan SDIT Harapan Bunda dipenuhi dengan motor milik orang tua siswa yang hendak mengambil raport. Halaman dalam yang biasa digunakan arena bermain anak terpaksa digunakan juga sebagai area parkir motor. Sedangkan depan sekolah dipenuhi dengan mobil dan pedagang yang biasa mangkal di SDIT Harapan Bunda. Alhasil, pak Dani -satpam sekolah- bertambah sibuk mengatur dan menyeberangkan mobil atau motor yang keluar-masuk SDIT Harapan Bunda. Bagi siswa yang mendapat ranking 1 sampai 3, akan mendapat beasiswa prestasi berupa potongan biaya SPP sebesar 100% untuk ranking 1, 75% dan 50% untuk ranking 2 dan 3. Untuk menentukan ranking, akan dilihat hasil raport diknas dan khas, juga perilaku dan kepribadian siswa tersebut. Demikian disampaikan Kepala SDIT Harapan Bunda, Dany Arif, di ruang kerjanya. Adapun daftar ranking di tiap kelas dan disebutkan secara berurutan dari ranking 1, 2 dan 3 di tahun ajaran 2007/2008 adalah: Kelas I Husein: Oka Ade Dwi A, Qotrunnada D Sekarlangit, Habib Hasan Kelas I Hasan: Sayyida Aisyah Zahira, Muhammad Irsyad Ridho, Agil Munawar Fuady Kelas II Khalid: Ismah Mufidah, Wahja'as Nur R, Mincha Fadlia Kelas II Hamzah: Nabila Nafi' Atina, Alfi Zahrotunnisa, Ziana Trifinta R Kelas III Ka’ab: Kemala Dwi L, Eva Nanda Utari, Abdullah Azzam A Kelas III Mush’ab: Zahra Alifia B, Aulia Amrina Rosyada, Kanina Rahmaniya K Kelas IV Utsman: Adnan Shena, M. Irfan Arrayan, Faisal Ilham Kelas IV Aisyah: Nurlita Asri Andriani, Kahla Labiba, Aisyah Khoirunnisa Kelas V Sumayyah: Audi Sabrina, Khoulah Hanifah, Nur Isnaini Romli Buat anak-anakku, barokallah atas prestasi yang kalian raih. Terus maju, ukir prestasi menjadi anak yang sholih dan cerdas.
Baca Naik Enggak?

Akhirussanah IV

Sunyi. Mencekam. Cahaya yang temaram menambah suasana kian mencekam.Seorang anak jalan tertatih-tatih, karena kakinya yang cacat, dipapah mengikuti empat orang mengusung sebuah keranda. Musik yang menjerit menyayat hati mengiringi langkah mereka, seolah melukiskan kedukaan yang mendalam tentang sebuah arti kehilangan. Itulah salah satu adegan drama yang dipentaskan secara apik oleh siswa-siswi kelas V dalam acara Akhirussanah dan Khatmil Qur-an SDIT Harapan Bunda Angkatan IV, yang dilaksanakan hari Ahad (15/6) yang lalu di Gedung Pertemuan Balaikota Semarang. Acara yang diikuti oleh 59 siswa kelas VI ini, dihadiri oleh pengurus Yayasan Bakti Ibu dan LPIT Harapan Bunda, Dinas Pendidikan Kota Semarang, pengurus Komite SDIT Harapan Bunda, juga tamu undangan dari sekolah lain dan lembaga/instansi rekanan. Selain pementasan drama, acara ini dimeriahkan pula dengan hiburan nasyid dan rebana. Akhirussanah dan khatmil Qur-an digelar setiap setahun sekali di akhir tahun pelajaran, kata Siti Khatijah, yang bertindak sebagi ketua panitia. Acara ini sekaligus sebagai unjuk kemampuan siswa kelas VI dalam hal pelajaran Qiroaty maupun tahfizhul qur-an (menghafal al Qur-an), imbuhnya. Siswa akan diuji dengan pertanyaan seputar ilmu al Qur-an maupun hafalan al Qur-an, baik dari guru maupun dari tamu undangan. Kadang, hal-hal lucu yang khas dari dunia anak-anak muncul, hingga suasana yang semula sedikit tegang, agak mencair. Contoh saja, beberapa anak terlihat mengelus dada sebagai wujud kelegaan, ketika bukan dia yang ditunjuk untuk menjawab pertanyaan. Di akhir acara, diumumkan beberapa siswa berprestasi, yaitu: 1. Ahmad Falahul Isbah dan Bella Yunita (Kategori Linguistik-Bahasa Arab) 2. Zulfikar Awan Kurniawan dan Sania Anisa Farah (Kategori Linguistik-Bahasa Inggris) 3. Bagas Lazuardi Imani dan Syerftaztika I Mellati S (Kategori Linguistik-Bahasa Indonesia) 4. Muhammad Mizan Aufa dan Sania Anisa Farah (Kategori Logika Matematika) 5. Muhammad Mizan Aufa dan Hanna Nisaur Rosyda F (Kategori Musik) 6. Hamas Askar Islami dan Diga Safara (Kategori Visual) 7. Husni Arafat Ulinnuha dan Kirana Prabandari (Kategori Interpersonal) 8. Muhammad Ibrohim dan Atik Rahmawati (Kategori Intrapersonal) 9. Muhammad Ibrohim dan Bella Yunita (Kategori Natural-Sains) 10. M Hasan Nasrullah dan Fatima Fununun UM (Kategori Motorik) 11. Asri Dyah Nur Pratiwi (Kategori Qiroaty) 12. Rifdah Nuha Nazhifah (Kategori Tahfizh) Pada kesempatan tersebut, juga diumumkan Syerftaztika I Mellati S yang terpilih sebagai Siswa Teladan SDIT Harapan Bunda Angkatan IV tahun 2007/2008. disusul Bella Yunita dan Bagas Lazuardi Imani. Selamat dan sukses. Selamat jalan anak-anakku, semoga keridhaan Allah dan orang tua senantiasa mengikuti engkau.
Baca Akhirussanah IV

Free Web Hosting